dr soap: Kilas Balik Situasi di Awal Pandemi

Written By
Annisa Puspa Andira

Edited By
Fazrah Heryanda

Photo Source
dr soap

Kekhawatiran adalah suatu hal yang lumrah. Namun, bagaimana jika kekhawatiran ini terjadi saat penyebaran wabah? Mari kilas balik saat corona virus atau COVID-19 mulai dikonfirmasi di tanah air. Masih segar dalam ingatan bagaimana kepanikan luar biasa terjadi yang mana pembelian perlengkapan rumah tangga secara masal hingga penimbunan produk-produk kesehatan seperti hand sanitizer, disinfektan, hingga sabun anti-bakteri terjual habis hanya dalam hitungan detik hingga sempat menyebabkan kelangkaan. Fenomena panic buying ini tak terkecuali dirasakan dr soap, salah satu local brand yang berfokus pada produk kebersihan. Meskipun situasi kini telah terkendali, namun awal masuknya COVID-19 menjadi momentum yang memberikan banyak perubahan dan pengalaman signifikan bagi tim dr soap. Eunike Selomith–Founder dr soap membagikan cerita serta harapannya dalam menghadapi situasi tak menentu ini.

Pada saat presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengumumkan dua pasien positif pertama corona virus di Indonesia, dr soap menjadi salah satu local brand yang banyak diincar, yang mana produk-produk andalannya seperti hand antiseptic, multipurpose spray, gadget sterilizer melonjak permintaannya. “Sebenarnya efek dari virus ini sudah dirasakan sejak Januari sejak kasus di Wuhan merebak meskipun tak terlalu signifikan. Namun, saat pak Jokowi mengumumkan adanya pasien positif corona di Indonesia, stok dr soap pun mulai habis terjual dalam dua hari,” kenang Eunike.

Lonjakan permintaan yang terjadi menyebabkan sistem restock serta pengiriman barang pun terdampak. “Produk dr soap merupakan produk manufaktur yang ketersediannya telah tersistem, baik penjualan di website, e-commerce, stockist, reseller, serta wholesaler. Jadi, saat tingginya permintaaan, produk-produk habis terjual, kami pun berfokus untuk pengiriman barang-barang yang telah terjual, karena kami juga berkomitmen untuk memenuhi permintaan tersebut secepatnya yang berpengaruh terhadap jadwal restock.” Membaca situasi tersebut, tim dr soap pun mencoba memberikan informasi melalui media sosial dan situs web resmi dr soap mengenai perubahan sistem cara pembelian, penjaminan proses pengiriman dan ketersediaan produk.

Situasi ini membuat tim dr soap prihatin mengingat banyak pihak yang tak bertanggung jawab menimbun produk dr soap dan menjualnya kembali dengan harga jauh lebih mahal. “Sedih dan prihatin melihat bagaimana ada pihak-pihak yang mencari keuntungan seperti itu. Padahal, masa-masa seperti ini banyak sekali orang yang membutuhkan produk kesehatan,” ungkap Eunike. Maraknya isu penimbunan tersebut mendorong pemerintah untuk mengeluarkan peraturan pembatasan pembelian produk kesehatan. Peraturan ini dianggap membantu tim dr soap untuk dapat membatasi pembelian yang berlebihan ataupun tak wajar, “Saya merasa bersyukur setelah beberapa e-commerce memberlakukan peraturan pembatasan pembelian seperti masker, APD, dan produk kesehatan lainnya sesuai anjuran dari pemerintah dan juga melakukan pemblokiran akun-akun yang melakukan pemborongan.” Setelah peraturan tersebut berlaku, dr soap pun membatasi per hari orang hanya dapat membeli satu buah produk per varian yang tersedia dalam satu invoice.

Meskipun nama dr soap kini kian melambung dengan permintaan produk yang tak pernah berhenti, bukan berarti hal tersebut dijadikan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan lebih. dr soap tetap menetapkan harga produk Anti Septic-nya sama dengan sebelum pandemi terjadi. “Untuk menaikkan harga produk rasanya tak pas saja bagi kami. Produk kesehatan seperti antiseptik dan sebagainya benar-benar sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Saya pribadi dan owner yang lain, kami telah menetapkan tujuan sejak awal bahwa kami ingin memenuhi kebutuhan produk kebersihan masyarakat dengan harga normal,” Eunike pun menjelaskan bahwa misi tersebut juga menjadi alasan mengapa dr soap benar-benar menjaga kualitas produk, dari bahan-bahan yang dipilih, sertifikasi yang jelas, hingga pengemasan yang aman.

Guna menjaga misi itulah, masa pandemi ini juga menjadi motivasi serta momentum untuk berpegang teguh pada misi dr soap sejak awal, yakni, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan bagi kesehatan. Sebagai pemerhati kebersihan, Eunike serta Stefanie, Founders dr soap melihat kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebersihan menjadi dorongan kuat bagi mereka untuk memulai dr soap. “Melihat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan yang terbilang kurang, di situlah alasan kuat dr soap hadir. Sejak berdirinya dr soap, kami selalu menekankan pentingnya personal hygiene. Lalu, melihat situasi saat ini, orang-orang menjadi lebih ketat dalam menangani kebersihan, kami pun semakin bersemangat memberikan informasi terkait kebersihan di feed yang notabenenya sangat berhubungan erat dengan penyebaran virus. Apalagi dengan banyaknya pengunjung ke Instagram dr soap, kami memanfaatkannya untuk menggencarkan informasi mengenai kebersihan di Instagram Feed, Instastory, dan Youtube Channel kami” ungkap Eunike.

Saat ini merupakan momen untuk kita semakin bersatu dan tak saling membedakan.

Lebih lanjut, Eunike berharap untuk para pemilik bisnis ataupun merek di ranah lokal untuk tak menyalahgunakan masa kritis ini menjadi lahan yang dapat merugikan banyak orang. Tak hanya itu, bagi Eunike, tak ada salahnya mencoba untuk mengeksplorasi serta memanfaatkan kreativitas untuk dapat beradaptasi dengan perubahan mendadak yang saat ini dialami bersama bagi para pemilik local brand. Selain itu, bagi masyarakat, Eunike menghimbau untuk menggunakan produk kesehatan sewajarnya, “Untuk mencegah kelangkaan produk apa pun ya termasuk kesehatan alangkah baiknya tak perlu berlebih dalam pemakaiannya. Misalnya, hand antiseptic bisa digunakan jika berada di area yang susah akses air bersih. Yang terpenting, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan. Jadikan kebiasaan ini tak hanya bersifat sementara namun untuk seterusnya. Hal ini juga demi kebaikan kita sendiri dan orang lain. Saat ini merupakan momen untuk kita semakin bersatu dan tak saling membedakan.”

OTHER TOPICS